Pages

di bawah kembang api yang meloncat-loncat monolog saya menari-nari.
berdansa denganmu di kepala lewat suara.

yang ditanya-tanya cuma dua kata.

apa-iya,
lalu tanda tanya.
tanda tanya raksasa.
yah, raksasa.
seraksasa tiranosaurus yang kita ajak foto bersama.

lalu saya cuma tertawa-tawa.
entah di mana saya taruh kotak harapan saya.
penasaran setengah mati saya bertanya,
apa kemarin kamu saya simpan di sana?
atau saya tinggalkan di bawah pohon natal sebelah santa boneka?
di lubang meja sodok dekat bianglala?
kursi bioskop layar pemburu jenaka?

atau jangan-jangan,
kamu masih saya bawa-bawa?
sampai kotak pesan saya penuh,
isinya lebih tujuh puluh.

loh, memangnya siapa yang sebenarnya bercanda?
kamu, atau justru saya?
tapi apa-iya?
ini kita,atau komedi saja?

{yah, komedi putar tidak apa-apalah, jawabmu. asal bukan bianglala. ketinggian memancing phobia.}
ah, saya cuma siap-siap tertawa.toh saya sudah biasa memerankan tokoh pecundangnya.

haduh hari ini rasanya tjampur adug.
artis sehari, tadi disapa sama anak sma tak dikenal gara2 tayangan televisi kemarin sore.
dibilang eca kata nyokapnya i look good on tv.
hih, good? lebar kali. *hinaan apit dan orang2 lain.

ah, they just dont know.
and i just wont tell.

gak semua yang gw tau harus mereka tau kan?


buat nanti.

dimajukan. jum'at malam.

huuhu semalam saya deg-degan.
dari mulai beres animasi sampai di kasur.
hih.


kita lihat nanti. sabtu malam.

pasaran naik. sialan. kenapa harus sekarang. kenapa? kenapa? kenapa? haha. dasar mereka selalu datang tanpa lihat2 waktu.


lagi. hayo. obsessed or crushed?

crushed.


ih, ini teman tepebeku. (lagi?)


teman tepebe saya. hahaha.

gawat 6 1/3 slices pizza at paparons. damn all you can eat.

mabok keju.

ada orang tertentu yang bisa membuat saya kadang-kadang yakin kalau dia adalah benar tutup panci saya { atau benar saya ingin }. yang bisa membuat saya cemburu { lagi } tidak pada saatnya. yang bisa membuat saya seolah ingin mengulang atau melanjutkan { lagi } skenario kemarin sore. yang entah kenapa anehnya kehidupan percintaan saya yang terus saja bergulir dan notabene tidak mengikutsertakan dia justru pada hakikatnya mendoktrin saya pelan-pelan sampai sedikit-sedikit malah berubah menjadi si panci yang dia cari-cari { tentunya dia tidak tahu karena saya toh nggak bilang-bilang dan nggak mempraktekannya langsung }. yang di dinding kamarnya ada saya dengan warna hijau mentereng, cuma terlalu lebar dan bulat, haha. dasar penggambar tidak ulung!

tapi kata theo { yang akhirnya beramah-tamah dengan saya } mantan tetap mantan. haha. sayangnya kami tidak { lagi } mesra tuh. jadi nggak ikut-ikutan aliansi mtm ; mantan tapi mesra.

padahal sepertinya slogannya menyenangkan.


mari kita tetap cari yang baru walaupun mesra dengan mantan! hih.

saya kan sedang jatuh cinta lagi sama pria yang tadi menghabiskan waktunya di mesin ban kempes sama saya.

mungkin si { lagi-lagi } itu tutup panci saya. tapi nanti.

antara ahahaha... hah? dan .....

(dengan backsound tompi yang sangat mengingatkan.)

ahaha : berdua saja di dalam situ dengan cukup lama. jangan tanya rasanya.

hah? : tiba2 saja inalillahi wainailaihi rojiun. pak mardi penjaga tpb tercinta meninggal seketika. di kampus. di gedung tpb. jatuh. dari lantai tiga. padahal pagi tadi saya baru saja salam-salam lebaran.
{mendengar kabar super mengejutkan itu di kosan kae, ketika kebun suka-suka memperkosai satu-satu buku dan dvd yang krenzy semua}

boring internet cafe.

pengen pipis.
ih, lucu deh tadi pura-pura kencan dadakan bersama mande.
yah memang kencan palsu, dia cuma teman renjer.
tapi kita nonton berdua : rasanya agak aneh.
biasanya saya nonton berdua laki-laki kalau-kalau si laki-laki itu pacar atau gebetan saya.

hihi. jadi lucu.

biasanya bisa menempel-nempel sedikit.
yah, pegang tangan - menyender di pundak - lalu terbawa adegan film.

ini kan mande. si teman renjer.

jadi bukan bahan colekan.
haha.

lucu.
sumpah.
rasanya aneh aja.
baru sekali ini nonton bareng teman laki-laki.
berdua.

tapi temen.

hih.

bener. saya juga takut ketemu tutup panci saya.

tapi saya penasaran.

sumpah!

saat-saat single seperti ini berkali-kali menggodai saya untuk mencoba setiap tutup panci kali-kali saja cocok.

gawat!

panci murahan.

dia suka gambar saya.

dia suka binder saya { yang isinya kata-kata dan rupa-rupa}

lalu, kapan dia suka sama saya?



{ gawat, saya wanita lajang yang brutal! }

saya kira semudah itu. untuk sekedar melupakannya, menghapus keberadaannya, dan menggantikan posisinya. tapi nyatanya hati saya nggak bisa diajak kompromi juga. saya lagi di setiabudhi nih. merelakan diri untuk ikutan temen makan surabi enhaii.
dan sepersekian detik setelah saya mengirup udara wilayah ini, entah kenapa tiba-tiba hati saya berasa....

ah. sedikit pahit dan agak masam.
ini memang masih terlalu cepat sepertinya. baru empat hari lalu saya meningalkan ruang biru itu dengan tersedu, dan sepenuhnya pergi kemarin sabtu.

bahkan lidah saya pun masih belum bisa benar mengucapkan "mantan" . lagi2 yang keluar cuma kata-kata pacar - atau cowo gw....

dan memang laki-laki lebih sering menyarangkan otaknya di kepala penis dibanding kepala tubuh aslinya.

diadaptasi dari kata-kata goz beberapa malam lalu.

kaki saya melangkah perlahan, meninggalkan kotak biru dan pemiliknya untuk selanjut-selanjutnya.saya telah memilih melepaskan dan bukannya mempertahankan.saya tahu setelah dialog semalaman, sesubuhan dan di selipan pepagian.
saya mulai mencintainya.

maka dalam pilihan saya untuk melepaskan,saya mengulang-ulang namanya di dalam hati saya yang kebat-kebit,memintanya untuk membuat saya tidak basah air mata dan menahan tangisan yang menggetar dalam suara.dan dia seperti biasanya selalu mendengarkan saya.dia membantu saya menahannya,membantu saya menyimpulkan,membantu saya soal pilihan.

siapa bilang saya sekarang sendirian?baru saja berdetik tubuh saya diseret keluar dari kotak biru masa lalu itu,tiba-tiba dia memanggil-manggil saya...mengajak saya ke kotak baru.
ke kotaknya.

lalu saya membisikkan niat untuk melanjutkan cinta baru saya yang dimulai malam tadi.

saya masuk ke kotaknya.sepersekian detik setelah panggilannya.membasahi tangan - wajah - kepala - kaki saya di ruang tamunya.membaluti tetubuhan saya di ruang keluarganya.dan menemui di kamarnya.
berdialog lagi.
lagi. lagi.
hari ini saya minta sedikit dan sedikit tapi lagi-lagi.
biarkan hanya kamu yang saya cinta sepenuh hati,
dan soal laki-laki?biarkan hanya separuh lagi.
jangan biarkan saya berhenti.
dan saya tau,kamu selalu mendengarkan,
semendengarkan semalam tadi dan malam-malam sampai pepagi sebelum-belumnya hingga nanti.


biarkan saya mencintamu terus-terusan sampai saya mati dan hidup lagi.

malam ini,
detik ini,
saya nyaris menangis dua kali.

tapi tangisan kedua ini bukan untuk si laki-laki itu karena penyebab yang tadi.
(ah intuisi saya memang tidak pernah bohong. walau nyatanya saya cuma dibisiki sedikit dan selebihnya telinga saya dibuat kedap suara)

tapi saya menangisi Tuhan, untuk keapatisan saya yang berlebihan. sepertinya saya memang terlalu hitam karena dosa dan juga jadi buta. iya. saya. hati saya.

lalu di detik ini saya benar-benar menangis ketika teman saya baru saja bilang kalau mungkin ini panggilan-Nya untuk mendekat lagi.

saya memang terlalu jauh. terlalu sangat jauh. sudah sejauh itu.
lalu sepertinya, bahkan dengan ketidak perdulian saya yang setengah mati itu pun lalu seolah-olah Dia menyapa saya lagi.
melalui jawaban yang sedari kemarin saya ulang-ulangi dan saya tanya-tanyakan lagi di setiap akhir pertemuan saya yang begitu j a r a n g dengan-Nya.

melalui malam ini. melalui sedikit sakit hati.

melaui monolog dari otak yang dititipkan pada saya sekarang ini.

entah bagaimana caranya dengan sebegitu ajaib Dia masih sesayang itu pada saya.
dia benar-benar memberi apa yang saya butuhkan. dan menjaga saya sebaik itu.
menjaga saya. menjaga saya. menjaga saya.

menjaga saya yang semakin kesini semakin imbisil dan tidak prinsipil.
menjaga saya yang semakin kesini semakin tolol untuk tidak menjaga cinta saya pada-Nya.
menjaga saya yang semakin kesini semakin jauh dari-Nya dan semakin dekat padanya.

huff.....
malam ini saya minta sedikit saja, Tuhan.
biarkan saya ditumbuhi cinta pada-Mu lagi.
biarkan saya dibawa-Mu untuk mendekat lagi.
ini malam ramadhan, Tuhan.
saya tahu, Kamu mendengar jelas-jelas.
dan saya tahu, Kamu ada di sini.
jadi jangan biarkan saya pergi lagi.
jangan biarkan ini sekedar jadi bumbu emosi...

saya minta sedikit saja dari semesta karunia.



tapi kadang-kadang...

saya juga ingin selalu seperti ini...

seperti kemarin ketika saya menemuinya dengan kekangenan saya yang membuncah sebesar gajah yang mengejawantah...

lalu saya diperlakukan semanis-manisnya gula kapas yang menggelantung di sudut hingar pasar malam...

ah,
maka seandai-andainya saja ini terjadi dan terjadi disetiap kali peraduan kami,
rasanyapilihan itu tidak membentuk komunitas tukang sayat yang menyayat-nyayati saraf otak saya dengan sebilah kebingungan yang terus-terusan...

ah,
sebetulnya kalau-kalau situasi ini menggerayangi saya di suatu saat nanti di mana jari-jari sudah dikunci dengan cincin berkilat beribu karat, malah jadinya saya akan senang-tenang saja dan menikmati setengah mati..

sayangnya situasi tidak melulu serasi dengan kondisi

sambil makan gula kapas pun saya jerit-jerit ingin melarikan diri dari rumah hantu-hantu palsu...

ini lanjutan dari cerita prioritas dan posisi tadi. ah akhirnya saya tidak menanyakan secuil pun mengenai dua hal sialan itu. habisnya taunya si pelaku tindak kecuekan yang saya sebut-sebut mengalami kecelakaan yang lebih dari sekedar menyisakan luka kecil di lututnya.
(yang saya balas tidak perdulikan atas dasar ketidakperduliannya terhadap saya).


ah, lalu ini berubah menjadi soal intuisi.

kamu tahu, kadang-kadang saraf-saraf otak saya suka menelanjangi rahasia yang tersembunyi entah dimana. tapi ini cuma untuk orang-orang itu. orang-orang tertentu. entah kenapa juga secara ajaib kadang-kadang mereka membisik-bisiki ke telinga saya melulu dan melulu.

seperti halnya kejadian yang tadi itu.
ketika pacar saya berangkat kembali untuk mengambil charger baterai saya yang tertinggal dan saya dibiarkan menunggu, tiba-tiba saja saya merasa ada yang salah dengan pacar saya itu. dan diantara penungguan saya yang semakin larut, tiba-tiba terbersit berulang kali bahwa dia kenapa-kenapa. kecelakaan. kecelakaan.
ah, kata mama jangan suka mikir yang enggak-enggak...
lalu saya tepis saja.
dan ketika dia sampai dengan memamerkan lutut berlukanya, saya cuma tersenyum pahit.
saya sudah agak tahu sebelumnya. dan karena dia tidak bilang apa-apa, maka saya cukup bersyukur karena toh itu sepertinya hanya kecelakaan kecil saja. (sialnya ternyata dia memang kecelakaan dengan adegan yang cukup berbahaya.)

ini terjadi tidak cuma sekali. lalu kemudian saya pikir saya oke juga dalam soal intuisi.
habisnya sebelum-sebelumnya saya juga suka merasa terpikirkan reza ketika tanpa saya duga-duga dia ada di sekitar saya. dan saya telpon, dan benar saja.
(ini terjadi berkali-kali semenjak dia berstatus mantan saya.)

ah, ada-ada saja....

ini soal prioritas, posisi, dan minggu malam yang sendiri.

sejak kapan keperdulian menjadi sesuatu yang tidak berarti?
ah, kemarin siang sambil pura-pura tertidur saya menangis-nangis di bis damri yang cukup sesak tanpa ambil pusing kalau-kalau di kanan kiri saya ada yang mengamati. habisnya saya sudah tidak tahan lagi. setiap kali saya dibiarkan bergumul dengan monolog tolol saya yang tak ada habis-habisnya itu, maka entah kenapa argumen-argumen sok tahu yang mengiriskan sembilu dihati saya sendiri itu mulai merangsang kelenjar air mata di atasnya untuk membuncahkan anak-anaknya, yang pada awalnya bisa saya tunda-tunda, saya hapus-hapusi sedikit, tapi seperti halnya hujan-hujan di musim entah apa ini tiba-tiba saja jadi deras dan menggerayangi pipi saya yang telanjang. lalu sambil memeluk erat-erat tas ubur-ubur oranye saya, maka saya tumpahkan semuanya. padahal ini cuma soal prioritas dan posisi. entah kenapa atau mungkin atas dasar ego seorang sakit saing itu saya benar-benar berharap akan menjadi prioritas utama dan posisi unggul di matanya. yang didahulukan. itu saja. dan ketika fakta memutarbalikkan setumpung angan yang saya naiki tinggi-tinggi, saya terpelanting dan kecewa sepenuhnya. saya tidak tahu pasti ini salah siapa. tapi kenapa kata maaf itu tidak tersenandungkan juga?

ah, alhasil ini cuma minggu malam yang sepi.
tanpa kamu dan saya, cuma karena prioritas dan posisi.

mission accomplished.

now let see,
am i that idiot, super idiot, or kinda genious?

ada nggak yang bisa membuat saya lebih ketagihan dibanding ke-terlalu-tagihan saya pada kemarin?

heran.
disebelah mana disembunyikannya zat adikitif tak terhenti itu?
apa ini memang cuma soal waktu?
soal memang-tidak-bisa-secepat-itu?
tapi kenapa selalu?
dan berulang melulu?

sedari tadi otak saya terus terpikir-pikiri ini.

saya punya
?
di kepala.

kamu tau?
saya bingung.
menurut kamu,
saya harus gimana?
huhuhuhuhuhuhuhhuhu..

delapan september dua ribu lima.

:tidak enak badan, tidak enak perasaan, kelimpungan.

saya bertanya-tanya apakah ini akan koma atau titik saja?
dia memang menjawab tanda ? saya dengan apa yang dia punya.
tapi tidak semestinya juga.

harusnya tanda ? saya tetap jadi rahasia sampai suatu saat yang masih mengumpat di celah masa.


saya sudah sedikit meleset dari pagar yang saya paku sendiri.


lalu kemana saya akan pergi?
apa yang mesti saya tulis sore ini?

t i t i k ( . ) yang b e r h e n t i
atau k , o , m , a yang bercara?

untuk mencari nyatanya saua terus ber?-?

pada o t a k saya yang melenguh berpeluh,
pada kertas saya yang tetap s u n y i tanpa nada,

dan saya sudah gatal untuk bertanya pada teman saya,
yang lebih tau tentang d i a dan s a y a.



queen of the jealouser, i decided to join the club....

huhu aku cemburuan...
ih heran ya dari kemaren2 dikit2 bawaannya panas.
kenapa gw jadi cemburu-bodoh kaya gini? aneh.
gak bisa denger nama cewe itu-cewe ini disebat-sebut lah,
rentetan peristiwa ketemuan dan segala macem lah,
langsung deh
jealous.

huhuhu, im invected with jealousy virus.....

stay away from my boyfriand or i will kill ya. cos im the jealouser#1. huhu

jealousy test:


You are 42.86% jealous!

For this test, the average jealousy percentage is 35.54%.

252968 people have taken this test to date.
This percentage means that :

•You are not a jealous person, but sometimes can be.

•Occasionally, you over-react to situations.

•Most of the time, you trust the people around.

•Jealously will not be a major issue in relationships, but you might want to improve your self-esteem.

bahkan istri om saya ternyata seumur dengan saya.
huhu,sirik. baru kawinan kemaren2 tuh...
kata mamah, jangan panasan.kuliah dulu yang bener.
tunggu apitnya kaya.
hahahhaha.....

sabtu 3 september di pagi hari.
hal yang saya lakukan setibanya di rumah saya adalah menghabiskan beberapa jam untuk berpacar-pacaran :berlama-lama dengan alasan gak akan keremuan untuk tiga hari kedepan, lalu sehabis dia pulang, saya membiarkan otak saya memulai silent monologues sepuasnya. ini yang saya tunggu-tunggu dari pulang : memuaskan kebutuhan otak saya bermonolog, membiarkan mata dan tangan saya bercinta dengan komputer lelet yang sudah seminggu menggeletak tanpa saya sapa, dan menghabiskan waktu saya untuk menulis postingan blog di notepad saya.menyebalkan, beberapa hari ini saya belum mencolek internet, kerenggangan hubungan dengan komputer, dan kealpaan yang berkali-kali di jadwal monolog sehari-hari. ih, saya terlalu banyak bersosialisasi.tapi memang harus begitu, dihadapkan pada dunia perkampusan - tpb memang harus selalu bersama-sama; di dalam atau di luar kelas sekali pun, dan dunia perkos-kosan -bagaimanapun saya harus bertegur sapa sama room mate saya.sehingga waktu saya untuk kesendirian sudah terlalu banyak berkurang : cuma tersisa ketika saya sedang ee di wc atau mandi sore. makanya dari kemarin saya nggak berhenti-henti monolog di sana-sini, soal ini itu, dari pagi sampai malam hari.
dan monolog bodoh itu kemarin saya ulang-ulang lagi ketika saya jalan-jalan di kerfur yang penuh sesak. ini awal bulan dan juga liburan, yah jelas saja penuhnya nggak ketolongan.
lalu pandangan mata saya dicuri-curi oleh toples bulat gendut bertutup kayu, saos hunts dan juga hershey's yang packagingnya lucu mampus, mie-mie impor yang membuat lidah saya penasaran, cemilan-cemilan menggiurkan,lalu beralih ke piring-mangkok-gelas-sendok-garpu yang so cute, dan pisau, penggorengan, kompor, kulkas, lemari, kaca, kasur, tv, audio stuffs, dvd, setrikaan, kipas angin, dan home appliancces lainnya.pokonya sisanya barang-barang yang belum bisa saya pilah-pilih lalu beli untuk mengisi sesuatu bangunan yang bakalan saya sebut-sebut rumah kami entah kapan nanti.
lalu tengok kanan kiri, ih saya kok belanja sendiri?semantara di sebelah sini bapak-ibu beli-beli kebutuhan sebulan ini, di sebelah sana sekeluarga belanja beratus-ratus ribu untuk suami-istri-dan anak-anak mereka.
dan monolog bodoh itu berbunyi:
when will someone marry me?hurry!!haha. dasar bodoh. kamu inget gak pernah baca sebuah monolog saya di blog ini yang judulnya silly thoughts?yah pokoknya isinya gitu deh *cari aja kalo mau di archive.kalau-kalau teman-teman saya masih mengejar pendidikan dan karier mereka,maka saya mengejar-ngejar pertanyaan : sampai kapan saya harus melajang???