Pages

so...
i committed.

why do boys need commitment while men dont?
should i commit or should i not?

your lips.
haduh.
sial gara2 menyuapimu kue ulangtahunku aku jadi ingin.

your fingertips your voices your smell.....
you driven me crazy!!!!!!!!!!!!
hih, pegangan tanganmu di dalam bioskop keremangan dalam hati gemetaran, pop, nadi-nadi gelenyaran listrik entah apa yang terhantar sampai saya deg-degan senyam senyum sendirian sepanjang jalan pertokoan kegilaan...
hih, padahal kamu pacar orang sayang,
tapi saya tidur di sandaran dan sumringah di genggaman.
longdistance bullshit honey, you're here with me....
dasar kamu abg,
pacarmu kau tinggalkan di ujung telepon genggam dan kita bermesraan, hore! hahahaha

ih, kan saya gag boleh naksir pacar orang. ah dasar anak kecil sialan, ternyata kamu memikat hatikuw, ih?ahuh sudhuahusdhsuasjijaijsasda....daaaaaaaaaaammmmmmmmmn!

ah, masih banyak anak2 lain. *pedofil.
mana sih berondong jagung yang ditanam dengan pupuk nomer 1?

dan kepala saya terus nyaris pecah.
entah karena ribuan piksel dan dunia maya yang menelanjangi mata sampai merah,
entah karena sejuta pikir-pikir selai mana roti apa.
terus terus terus campuraduk seperti kalau-kalau dj-nya mengguratkan piringan itu sampai ngilu lalu saya minta ganti saja elektronika sampai berdansa-dansa.
ya ampun, telepon saya bahkan mencekik leher dengan ringtonenya. banting saja sekalian sampai berkeping2.
tinggalkan saya sendiri, tapi saya mau ditemani. bukan, bukan selai durian di malam buta yang sambil ngelindurpun saya santap saja tanpa pikir2 lalu besok-besok saya muntah-muntah karena sialnya daridulu saya memang tidak suka durian sialan itu.
ah,
ya ampun beri saya selai pisang, dengan coklat hitam di atas donat premium mall kota kembang,
di pojok mana dia bersembunyi, saya sampai lari-lari ngos-ngosan dan kelelahan.
pusing tak karuan.

aaaaaaaaaarghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..........


kepada siapa?

tapi kolibri terus bernyanyi,
bukit berlapisi bluberi
dan sepotong kue kenari sembunyi-sembunyi.
mau diam-diam pun rasa manisnya masih teranyam,
entah untuk selai mana di toples apa,
mungkin pineapple jam,
atau selai kadaluarsa?
ah saya terlalu buta rasa.
menggelenyar tapi..
samar-samar.
pasti ada, tapi untuk siapa?
senyuman di keramaian tadi petang yang sedikit tertangkap dalam hilang...
atau...
sapaan gelap malam lewat telepon genggam?
ah....

tapi kolibri terus bernyanyi,
bukit berlapisi bluberi
dan sepotong kue kenari masih sembunyi-sembunyi.





hore akhirnya saya menggambar di dinding jalan raya hahaha...
dari kemaren2 jalan2nya sama pria-pria itu, terutama mande dan kepik. berkencan bertiga semenjak jum'at untuk mempersiapkan pertempuran piloks dan dinding di veteran. hoho..
akhirnya selesai juga. hih tangan saya pegal2...... tapi menyenangkan! horeeeee......

abis itu ke nasigoreng erbe, ketemu ing dan gromps lalu ke kosan boi.
ih aku dikasi kacamatakuningboi!!!!!!
hahaha.....berjalan2 bersama pria2 itu memang menyenangkan, lalu kata kepik saya menjadi bomber wanita?ouch.... hohohohohohoh.....

di bawah kembang api yang meloncat-loncat monolog saya menari-nari.
berdansa denganmu di kepala lewat suara.

yang ditanya-tanya cuma dua kata.

apa-iya,
lalu tanda tanya.
tanda tanya raksasa.
yah, raksasa.
seraksasa tiranosaurus yang kita ajak foto bersama.

lalu saya cuma tertawa-tawa.
entah di mana saya taruh kotak harapan saya.
penasaran setengah mati saya bertanya,
apa kemarin kamu saya simpan di sana?
atau saya tinggalkan di bawah pohon natal sebelah santa boneka?
di lubang meja sodok dekat bianglala?
kursi bioskop layar pemburu jenaka?

atau jangan-jangan,
kamu masih saya bawa-bawa?
sampai kotak pesan saya penuh,
isinya lebih tujuh puluh.

loh, memangnya siapa yang sebenarnya bercanda?
kamu, atau justru saya?
tapi apa-iya?
ini kita,atau komedi saja?

{yah, komedi putar tidak apa-apalah, jawabmu. asal bukan bianglala. ketinggian memancing phobia.}
ah, saya cuma siap-siap tertawa.toh saya sudah biasa memerankan tokoh pecundangnya.

haduh hari ini rasanya tjampur adug.
artis sehari, tadi disapa sama anak sma tak dikenal gara2 tayangan televisi kemarin sore.
dibilang eca kata nyokapnya i look good on tv.
hih, good? lebar kali. *hinaan apit dan orang2 lain.

ah, they just dont know.
and i just wont tell.

gak semua yang gw tau harus mereka tau kan?


buat nanti.

dimajukan. jum'at malam.

huuhu semalam saya deg-degan.
dari mulai beres animasi sampai di kasur.
hih.


kita lihat nanti. sabtu malam.

pasaran naik. sialan. kenapa harus sekarang. kenapa? kenapa? kenapa? haha. dasar mereka selalu datang tanpa lihat2 waktu.


lagi. hayo. obsessed or crushed?

crushed.


ih, ini teman tepebeku. (lagi?)


teman tepebe saya. hahaha.

gawat 6 1/3 slices pizza at paparons. damn all you can eat.

mabok keju.

ada orang tertentu yang bisa membuat saya kadang-kadang yakin kalau dia adalah benar tutup panci saya { atau benar saya ingin }. yang bisa membuat saya cemburu { lagi } tidak pada saatnya. yang bisa membuat saya seolah ingin mengulang atau melanjutkan { lagi } skenario kemarin sore. yang entah kenapa anehnya kehidupan percintaan saya yang terus saja bergulir dan notabene tidak mengikutsertakan dia justru pada hakikatnya mendoktrin saya pelan-pelan sampai sedikit-sedikit malah berubah menjadi si panci yang dia cari-cari { tentunya dia tidak tahu karena saya toh nggak bilang-bilang dan nggak mempraktekannya langsung }. yang di dinding kamarnya ada saya dengan warna hijau mentereng, cuma terlalu lebar dan bulat, haha. dasar penggambar tidak ulung!

tapi kata theo { yang akhirnya beramah-tamah dengan saya } mantan tetap mantan. haha. sayangnya kami tidak { lagi } mesra tuh. jadi nggak ikut-ikutan aliansi mtm ; mantan tapi mesra.

padahal sepertinya slogannya menyenangkan.


mari kita tetap cari yang baru walaupun mesra dengan mantan! hih.

saya kan sedang jatuh cinta lagi sama pria yang tadi menghabiskan waktunya di mesin ban kempes sama saya.

mungkin si { lagi-lagi } itu tutup panci saya. tapi nanti.

antara ahahaha... hah? dan .....

(dengan backsound tompi yang sangat mengingatkan.)

ahaha : berdua saja di dalam situ dengan cukup lama. jangan tanya rasanya.

hah? : tiba2 saja inalillahi wainailaihi rojiun. pak mardi penjaga tpb tercinta meninggal seketika. di kampus. di gedung tpb. jatuh. dari lantai tiga. padahal pagi tadi saya baru saja salam-salam lebaran.
{mendengar kabar super mengejutkan itu di kosan kae, ketika kebun suka-suka memperkosai satu-satu buku dan dvd yang krenzy semua}

boring internet cafe.

pengen pipis.
ih, lucu deh tadi pura-pura kencan dadakan bersama mande.
yah memang kencan palsu, dia cuma teman renjer.
tapi kita nonton berdua : rasanya agak aneh.
biasanya saya nonton berdua laki-laki kalau-kalau si laki-laki itu pacar atau gebetan saya.

hihi. jadi lucu.

biasanya bisa menempel-nempel sedikit.
yah, pegang tangan - menyender di pundak - lalu terbawa adegan film.

ini kan mande. si teman renjer.

jadi bukan bahan colekan.
haha.

lucu.
sumpah.
rasanya aneh aja.
baru sekali ini nonton bareng teman laki-laki.
berdua.

tapi temen.

hih.

bener. saya juga takut ketemu tutup panci saya.

tapi saya penasaran.

sumpah!

saat-saat single seperti ini berkali-kali menggodai saya untuk mencoba setiap tutup panci kali-kali saja cocok.

gawat!

panci murahan.

dia suka gambar saya.

dia suka binder saya { yang isinya kata-kata dan rupa-rupa}

lalu, kapan dia suka sama saya?



{ gawat, saya wanita lajang yang brutal! }

saya kira semudah itu. untuk sekedar melupakannya, menghapus keberadaannya, dan menggantikan posisinya. tapi nyatanya hati saya nggak bisa diajak kompromi juga. saya lagi di setiabudhi nih. merelakan diri untuk ikutan temen makan surabi enhaii.
dan sepersekian detik setelah saya mengirup udara wilayah ini, entah kenapa tiba-tiba hati saya berasa....

ah. sedikit pahit dan agak masam.
ini memang masih terlalu cepat sepertinya. baru empat hari lalu saya meningalkan ruang biru itu dengan tersedu, dan sepenuhnya pergi kemarin sabtu.

bahkan lidah saya pun masih belum bisa benar mengucapkan "mantan" . lagi2 yang keluar cuma kata-kata pacar - atau cowo gw....

dan memang laki-laki lebih sering menyarangkan otaknya di kepala penis dibanding kepala tubuh aslinya.

diadaptasi dari kata-kata goz beberapa malam lalu.

kaki saya melangkah perlahan, meninggalkan kotak biru dan pemiliknya untuk selanjut-selanjutnya.saya telah memilih melepaskan dan bukannya mempertahankan.saya tahu setelah dialog semalaman, sesubuhan dan di selipan pepagian.
saya mulai mencintainya.

maka dalam pilihan saya untuk melepaskan,saya mengulang-ulang namanya di dalam hati saya yang kebat-kebit,memintanya untuk membuat saya tidak basah air mata dan menahan tangisan yang menggetar dalam suara.dan dia seperti biasanya selalu mendengarkan saya.dia membantu saya menahannya,membantu saya menyimpulkan,membantu saya soal pilihan.

siapa bilang saya sekarang sendirian?baru saja berdetik tubuh saya diseret keluar dari kotak biru masa lalu itu,tiba-tiba dia memanggil-manggil saya...mengajak saya ke kotak baru.
ke kotaknya.

lalu saya membisikkan niat untuk melanjutkan cinta baru saya yang dimulai malam tadi.

saya masuk ke kotaknya.sepersekian detik setelah panggilannya.membasahi tangan - wajah - kepala - kaki saya di ruang tamunya.membaluti tetubuhan saya di ruang keluarganya.dan menemui di kamarnya.
berdialog lagi.
lagi. lagi.
hari ini saya minta sedikit dan sedikit tapi lagi-lagi.
biarkan hanya kamu yang saya cinta sepenuh hati,
dan soal laki-laki?biarkan hanya separuh lagi.
jangan biarkan saya berhenti.
dan saya tau,kamu selalu mendengarkan,
semendengarkan semalam tadi dan malam-malam sampai pepagi sebelum-belumnya hingga nanti.


biarkan saya mencintamu terus-terusan sampai saya mati dan hidup lagi.

malam ini,
detik ini,
saya nyaris menangis dua kali.

tapi tangisan kedua ini bukan untuk si laki-laki itu karena penyebab yang tadi.
(ah intuisi saya memang tidak pernah bohong. walau nyatanya saya cuma dibisiki sedikit dan selebihnya telinga saya dibuat kedap suara)

tapi saya menangisi Tuhan, untuk keapatisan saya yang berlebihan. sepertinya saya memang terlalu hitam karena dosa dan juga jadi buta. iya. saya. hati saya.

lalu di detik ini saya benar-benar menangis ketika teman saya baru saja bilang kalau mungkin ini panggilan-Nya untuk mendekat lagi.

saya memang terlalu jauh. terlalu sangat jauh. sudah sejauh itu.
lalu sepertinya, bahkan dengan ketidak perdulian saya yang setengah mati itu pun lalu seolah-olah Dia menyapa saya lagi.
melalui jawaban yang sedari kemarin saya ulang-ulangi dan saya tanya-tanyakan lagi di setiap akhir pertemuan saya yang begitu j a r a n g dengan-Nya.

melalui malam ini. melalui sedikit sakit hati.

melaui monolog dari otak yang dititipkan pada saya sekarang ini.

entah bagaimana caranya dengan sebegitu ajaib Dia masih sesayang itu pada saya.
dia benar-benar memberi apa yang saya butuhkan. dan menjaga saya sebaik itu.
menjaga saya. menjaga saya. menjaga saya.

menjaga saya yang semakin kesini semakin imbisil dan tidak prinsipil.
menjaga saya yang semakin kesini semakin tolol untuk tidak menjaga cinta saya pada-Nya.
menjaga saya yang semakin kesini semakin jauh dari-Nya dan semakin dekat padanya.

huff.....
malam ini saya minta sedikit saja, Tuhan.
biarkan saya ditumbuhi cinta pada-Mu lagi.
biarkan saya dibawa-Mu untuk mendekat lagi.
ini malam ramadhan, Tuhan.
saya tahu, Kamu mendengar jelas-jelas.
dan saya tahu, Kamu ada di sini.
jadi jangan biarkan saya pergi lagi.
jangan biarkan ini sekedar jadi bumbu emosi...

saya minta sedikit saja dari semesta karunia.



tapi kadang-kadang...

saya juga ingin selalu seperti ini...

seperti kemarin ketika saya menemuinya dengan kekangenan saya yang membuncah sebesar gajah yang mengejawantah...

lalu saya diperlakukan semanis-manisnya gula kapas yang menggelantung di sudut hingar pasar malam...

ah,
maka seandai-andainya saja ini terjadi dan terjadi disetiap kali peraduan kami,
rasanyapilihan itu tidak membentuk komunitas tukang sayat yang menyayat-nyayati saraf otak saya dengan sebilah kebingungan yang terus-terusan...

ah,
sebetulnya kalau-kalau situasi ini menggerayangi saya di suatu saat nanti di mana jari-jari sudah dikunci dengan cincin berkilat beribu karat, malah jadinya saya akan senang-tenang saja dan menikmati setengah mati..

sayangnya situasi tidak melulu serasi dengan kondisi

sambil makan gula kapas pun saya jerit-jerit ingin melarikan diri dari rumah hantu-hantu palsu...